Ketika Belajar Berorientasi Nilai…

Anak-anak , kalau tulisannya semakin banyak, NILAI-nya semakin gedhe lho!”. “Anak-anak kalau tidak mau senam, entar dijemur lho”. Kita mungkin sering mendengar ungkapan yang disampaikan beberapa guru atau pendidik yang mungkin tanpa sadar bahwa yang mereka sampaikan akan berdampak kurang baik. Semula pingin memberikan motivasi, justru merusak mind set siswa.

Ketika mind set siswa telah terbentuk,… belajar atau melakukan kegiatan, hanya ingin mendapatkan nilai gedhe, nilai bagus dan apapun istilah yang dipakai, maka apapun yang dilakukan hanya pingin mendapatkan nilai, sehinga timbullah kasus mencontek, PR dikerjakan pihak lain, dan lain sebagainya. Kenapa ini terjadi, ya…salah satu sebab karena hanya berorientasi nilai. Penting dapat Nilai bagus! Orientasi belajar seharusnya untuk menambah pengetahuan, wawasan maupun ketrampilan. Yang sebelumnya nggak tahu menjadi tahu. Yang sebelumnya pengetahuannya kurang, akan bertambah. Yang sebelumnya kurang terampil, menjadi lebih terampil.

Ketika siswa belajar menulis adalah suatu proses melatih siswa agar terampil menulis. Semakin banyak tulisan yang dihasilkan akan semakin terlatih dan mahir dalam menulis tentunya, bukan karena semata pingin mendapatkan nilai. Nilai akan mengikuti dengan sendirinya. Bila siswa telah terampil menulis tentunya akan semakin banyak tulisan yang dihasilkan, ketika siswa lagi mau menulis. Dengan demikian nilai yang dihasilkan gedhe juga, bila hanya berorientasi jumlah baris tulisan. Manfaat menulis itulah yang perlu dikedepankan bukan supaya dapat Nilai semata.

Senam! Satu,…dua,…tiga,…angkat tangan, bungkukkan badan…!!! Kenapa siswa senam? Kenapa mereka senam? Kalau nggak senam entar kena hukuman,…dijemur! Oh…siswa senam karena takut hukuman. Waoh…luar biasa motivasi yang sedang dibangun. Bukankah senam agar fisik kita lebih sehat? Supaya badan kita lebih fit, lebih sehat, lebih bugar, tentunya salah satu carnya ya…senam! Bukan karena takut hukuman! Kesadaran untuk melakukan sesuatu karena tahu akan tujuannya, tentunya akan lebih baik dan benar dalam berorientasi. Sehinga siswa tahu betul ketika melakukan sesuatu akan tujuan dari aktifitas yang mereka lakukan. Jangan sampai ketika ada yang bertanya, “ Kenapa adik senam?”. Supaya tidak dihukum….Supaya tidak DIJEMUR! “Ha…!”. Emang pakaian,…kok dijemur segala! Berabeh dong! (Mr.Clear)

Leave a Reply