Setengah jam lagi manggrib akan tiba, ketika Ayah mengucapkan salam dan masuk ke rumah. Irbah dan Hanif sudah siap menyambut kehadiran Ayah yang seharian telah meninggalkan kami untuk menuaikan ibadah, KERJA!
Hanif, biasa kupanggil, adalah Adik Irbah, telah menjulurkan 2 tangannya ke arah Ayah mengisyaratkan untuk minta gendong. Maklum baru berusia 1 tahun 2 bulan. Jadi “belum bisa” ngomong seperti Irbah. Sementara Irbah, menggandeng tangan kiri Ayah, sambil bercerita tentang aktifitas di sekolahan.
“Tadi Irbah, telah bikin kue dari Tanah liat, Ayah tahu nggak supaya tanah liat nggak lengket dengan cetakan?”. Belum sempat Ayah menjawab, udah Irbah jawab sendiri. Kelamaan Ayah jawabnya! “ “Permukaan cetakan diberi pasir sampai merata. Lantas tanah liat yang telah siap dicetak, dimasukan ke cetakkan, sehingga hasilnya sesuai cetakan. Hasil cetakan akan sangat mudah, untuk dilepas dari cetakkan, karena antara cetakan dan tanah liat ada lapisan pasir. Gitu Ayah”.
“ Oh begitu ya….Hebat dong! Ayah mandi dulu ya…!. Entar setelah sholat maggrib jama’ah, Irbah boleh cerita lagi. Gimana?”, pinta Ayah. “Oke Ayah”, sahut irbah.
Setelah sholat maggrib dan makan malam, Irbah cerita lagi. “Kata Bu Guru, kalau nggak ikut kegiatan akan dapat nilai NOL. Gimana nih Ayah? Setahu Irbah kan, kita ikut kegiatan ataupun belajar kan bukan untuk mendapatkan nilai aja. Tapi karena kita suka terhadap kegiatan itu, dan pingin nambah pengetahuan. Jadi bukan semata dapat nilai?”, Protes Irbah sebelum Ayah menjawab.
“Memang betul kata Irbah, Irbah sekolah, belajar, ikut kegiatan apapun supaya pengetahuan atau pengalaman bertambah. Bukan hanya semata mendapatkan nilai… Nilai itu akan mengikuti dengan sendirinya. Bila Irbah belajar dengan rajin, pengetahuan Irbah bertambah. Bila Irbah ikut kegiatan, pengalaman dan pengetahuan Irbah juga nambah.” Jadi bukan karena pingin mendapatkan nilai sehinga Irbah ikut kegiatan, tapi karena Irbah suka dan pingin nambah pengetahuan dan pengalaman. Jadi ikut kegiatan Irbah bukan karena NILAI . Oke Irbah!”, cerita Ayah. “ Oke Ayah!”, jawab Irbah.
Setelah dngobrol dengan Ayah, Irbah masuk kamar nonton TVIQ. Asyik Lho! Dah…!!!